Total Tayangan Laman

Jumat, 18 Maret 2011

Cerita Dewasa Ngentot Cewek di Kampus

Cerita Dewasa kali ini bermula pada Suatu siang di kampusku ceritanya waktu siang itu cuacanya panas dan gerah banget rasanya!, keringat gw mengalir seperti sungai (ciehhh terlalu mengada2 kayaknya!heheh ) dengan sapu tangan warna coklat yg selalu gw bawa dan  gw taruh di kantong celana sebelah kanan, dan setengah tengak tengok di depan papan pengumuman jadwal ujian, dan akupun segera melangkahkan kakiku ke kantin fakultas ekonomi di belakang kampus tempat gw kulaih!

Beberapa adik angkatan di bawah gw tersenyum menyapa ke arah gw sambil menundukkan kepala, gw kurang seberapa mengenal mereka, tapi gw balas senyuman itu dengan ramah sambil tetap menunjukkan kepinteran gw dengan membawa buku-buku akuntansi yang super tebal dan berat! Pamer dikit nich biar dikira kutu buku! Singkatnya cerita sex dewasa 17 tahun, setelah menenggak sebotol the botol dingin dan segera membayarnya, gw kembali ke ruangan IV, menanti kuliah siang yang terasa lama, karena waktu itu masih jam 11 lebih, dan kampus sepi karena hari jum'at. Akupun memilih duduk di bangku semen di bawah rindangnya pohon-pohon hijau ditaman ruangan IV.

Sekitar 13 menitan melamun, sesosok gadis yang gw kenal melangkah tergesa-gesa sambil membetulkan kacamata, dan tampak sama sibuknya kaya gw, membawa setumpuk buku yang tampak tak seimbang dengan ukuran tangannya yang mungil. Gadis berkulit putih itu tampak mengenali gw, lalu setengah berlari menghampiri gw sambil mengurai seulas senyum manis, Haloo
serunya. Haloo juga, sahut gw...Dia langsung mengibaskan tangannya ke bangku semen tempatku duduk, takut ada debu yang akan mengotori celana jeans putih ketatnya, seketat jeans itu membelit pantat indahnya yang terbungkus G-sting berenda yang membuat mata lelaki tak bekijap melihatnya, yang nampak samar tercetak padat pada lekukan antara paha, selangkangan, dan batas paha belakangnya, gw sedikit menelan ludah melihat pemandan seperti itu!hahahaha…nyem nyem mantabs

Dia menunduk, tak sengaja memperlihatkan bra krem berendanya yang tampak menggantung ragu, menampakkan belahan dan sedikit puting kemerahan dari dadanya yang berukuran  B kayaknya, lalu segera mengambil posisi duduk menyilangkan kaki di sampingku dan memulai obrolan dengan segala keluh kesah kerepotannya di rumah mengerjakan tugas akuntansi manajemen, sampai ribetnya
mengurusi manajemen pabrik pakaian milik ayahnya yang sedikit mengalami mis-manajemen ceritanya!

Gw menanggapinya dengan senyum dan komentar-komentar singkat yang membangun, sampai tanpa sadar tangannya mendarat di tengah pahaku, tak sengaja menyenggol kemaluanku yang entah kenapa menegang sejak dia duduk beberapa menit yang lalu, spontan dia nyeletuk bingung (atau berlagak bingung?) : Eh, lho, kamu kok 'bangun'? Sejak kapan, hayooo...mikirin apa? Pasti yang jorok-jorok ya?, dan komentar itu semakin panjang seiring makin merahnya mukaku, gw hanya bisa menunduk malu.

Tanpa bisa kutebak dia memberikan sebuah kejutan yang sangat-sangat membuat gw surprise setengah mati jantungan Emmm, mau 'dibantuin' ngga?

Penjelasan : Gadis itu adalah Dewiq, pacarku selama 1 tahun ini, dan kita udah biasa ngentot gitu pemirsa , gitu lho pembaca setia cerita sex dewasa 17 tahun ini

Wow, pikirku, hemmm, gw setengah bingung juga, bagaimana kita bisa 'gituan' di kampus? Setengah sadar bibirku mengucap, Wah, wikk...dimana?, Kita ke lantai 3 aja yuk, kan masih sepi?, setengah ragu namun dikalahkan oleh nafsu, gw menurut saja dengan sarannya. Biar nggak bikin curiga OB nya kampus yang bagian nge-pel, Dewiq pun beranjak duluan ke lantai 3 dan langsung menuju kamar mandi, lalu menguncinya dari dalam, selang 5 menit, gw menyusul naik ke lantai 3 dan setelah memastikan sama sekali tidak ada orang, gw menuju kamar mandi yang letaknya di pojok dan relatif
terhalang pembatas ruangan, gw mengetuk pintu kamar mandi yang tertutup!

Cklik, terdengar slot dibuka, lalu gw mendorong pelan pintu itu sedikit, menyelinap, lalu cepat-cepat menutupnya seraya menghela nafas panjang karena deg-deg'an sekaligus capek merasakan terjalnya tangga ruangan IV. Dewiq tersenyum sambil langsung menarik pinggangku mendekat, sehingga bibirku yang setengah terbuka langsung dilumat nya. Buku-buku ku hampir jatuh, segera kutaruh di tepi bak kamar mandi dengan setengah terburu-buru, dan langsung tanganku ter-alih membuka kancing kemeja Dewiq, dan menyelipkan tanagnku ke sela-sela bra-putih nya.

Bunyi kecipak ciuman seolah bergema, menyadarkan kami yg larut dalam ciuman untuk mengurangi volume suara yang akan membuat orang 'penasaran' saat mendengarnya itu. Gw yang sangat tak sabar mencumbu Dewiq dengan ganas, leher dan telinganya tak luput dari sasaran jilatan lidahku, yang membuatnya mendesah manja. Dilepasnya kacamatanya dan ditaruh di dalam tasnya yang tergantung di pintu, lalu tangannya beraksi dengan lihai melepas kancing celana, memelorotkan celana panjang kainku, dan menyelipkan tangannya untuk meraih, menarik, dan meng-urut batang kemaluanku yang menegang dan puncaknya berubah kemerahan karena terangsang.

Gw juga melakukan hal yang sama dengan menarik celana panjang jeans ketat nya sebatas paha, berikut celana dalam putih berendanya yang sexy, lalu meraba kemaluannya dengan gemas, karena bulu-bulunya tampak selesai dicukur, sehingga belahan pinknya sangat menggoda. Jari telunjuk dan manis tangan kananku mengarah ke bibir kemaluannya dan menariknya ke samping kiri dan kanan, sementara jari tengahku memainkan klitorisnya yang mungil dan mulai menegang. OOuucchh... Rintih Dewiq di telinggw sambil matanya berkerjap-kerjap merasakan nikmat yang menjalari tubuhnya.
Ssshhh...Ahhh, balasku merasakan nikmatnya kocokan tanagn Dewiq yang dibasahi sedikit air. Sambil terus meremas dada mungilnya yang mulus, adegan slaing meraba itu berlangsung selama beberapa menit.

Anga...,bisiknya sambil mendorong tubuhku perlahan menjauh, gw mengerti apa yang dimauinya. Gw membantunya melepas celana jeans dan celana dalamnya, menggantungnya di dekat tas. Dewiq lalu duduk di tepian bak kamar mandi, satu kakinya diangkat ke atas kloset duduk, tangannya ke belakang menyangga tubuhnya, dan setengah meliuk menggoda dengan tatapan penuh birahinya, dia menyorongkan vaginanya ke depan, sambil tangannya meraih dadanya sediri, memilin putingnya, dan meremas payudaranya dengan gerakan memutar ke atas.

Gw langsung melepas celanaku, menaruhnya, lalu segera berjongkok di depan selangkangan Dewiq, lalu menjilati belahan vaginanya yang terbuka lebar, menjejalkan hidungku, menghirup aroma wangi khas vaginanya yang selalu harum karena dia rajin membasuhnya dengan ramuan jawa dan meminum jamu-jamu yang selalu membuat kondisi vaginanya fresh.

Sshhh...Ahhh... desahnya sambil meremas rambutku. Kuselipkan dua jemariku, kuputar dan kutusukkan perlahan dalam-dalam, lalu kutarik dengan cepat, untuk kembali kuhunjamkan ke dalam sambil menjilati ujung klitorisnya...Dewiq semakin menggelinjang ke-enak-an, bibirnya digigit, dan mulai meracau.

Didorongnya pundakku tiba-tiba, dan keluar kata singkat dari bibirnya yang berpulas lipstik pink tipis menggoda : Duduk di kloset gih..., senyumnya tersimpul...Gw segera bangkit, menutup kloset, dan duduk di atasnya, mengangkangkan kaki, sehingga batang kemaluanku mendongak seolah menantang, dengan testis terkerut karena terangsang. Dewiq tak berlama-lama, langsung berlutut bertumpu pada kedua telapak atas kakiku yang masih bersepatu, memandangku sebentar dengan gemas. Kuelus rambut sebahunya, kuremas gemas, lalu kudorong perlahan ke arahku. Seolah menngerti, dikerjapkannya dengan jenaka kedua bola matanya, bibirnya menyungkup menyambut kepala penisku yang sudah demikian merona merah...cup...dikecupnya, lalu dijulurkannya lidahnya tepat pada lubang bagian atas, ditariknya garis ke bawah lewat jalur pada kepala penis, batang bawah, terus ke bawah, dan di lahapnya sebelah bola testisku, dikulum, dipijat digigit kecil, dan diputarnya kembali lidahnya ke atas, membuatku menggelinjang tertahan. Sungguh sensasi yang sangat luar
biasa...

Aksi nekat kami masih berlangsung sampai saat terdengar suara langkah mendekat yang membuat desah nafas kami sama-sama tertahan sesaat... Sssttt..., instruksiku singkat agar Dewiq menghentikan aktifitasnya. Kami sama-sama diam sampai akhirnya suara langkah yang sempat mendekat itu beranjak terdengar menjauh. Kami saling memandang dengan sedikit rasa tegang dan deg-deg'an yang masih tersisa dalam hati...Tapi kemudian berubah menjadi senyum merona pada wajah kami masing-masing

Batang kemaluanku yang sempat melemas kembali digenggam oleh Dewiq, sambil kembali dia dengan gemas mengecup dan mengulum penisku, dengan sesekali membuat gerakan deep throat yang membuat nafasku tertahan,seolah akan mencapai klimaks saja.
Angaaa...eemmmhhh...masukin sekarang aja ya? Pintanya manja. Akupun segera berdiri dan membimbing kedua lengannya untuk bangkit. Gw berdiri membelakanginya, sementara dia membalikkan diri untuk berpegang pada tepian bak kamar mandi, mengambil posisi menungging sambil berdiri. Gw segera mengelus pantatnya yang mulus & menggairahkan itu, mencari sela-sela di antara rambut kemaluannya yang tipis, daging bertumpuk kemerahan itu tampak menggoda dengan sedikit lelehan bening yang mengalir basah.
Gw mengarahkan batang penisku ke belahan merekah itu dengan tangan kiri, sementara tangan kananku terlingkar lewat paha kanan Dewiq, membuat huruf V terbalik dari arah depan, membuka bibir kemaluannya agar mempermudah penetrasi. Kugesekkan kepala penisku perlahan untuk merasakan sensasi hangatnya cairan miliknya, dan setelah licin, gw mulai mendorong kepala penisku ke dalam mulut vaginanya yang mulai melebar, terus semakin dalam, setelah masuk sepertiganya gw berhenti.

Kedua belah tanganku meraih payudaranya dari belakang, merabanya, memberi pijatan kecil pada putingnya yang menegang, meremasnya, sementara Dewiq membalikkan lehernya ke arah mukaku. Gw menggapai bibirnya yang terbuka,mengulumnya,memainkan lidahku di dalam mulutnya yang mengeluarkan rintihan-rintihan pelan, sambil menggerakkan pantatku dengan gerakan mendorong ke depan, membuat penisku semakin tertanam dalam hangatnya dua belah daging lembut lembap yang seolah merangkul dan menghisapnya dalam sebuah lobang hitam.

Emmmhhkkk...Ahk... Suara Dewiq tertahan sesaat gw menancapkan penisku dengan gerakan tusukan mendalam, bibirnya masih menempel dan mendesah, mengeluarkan aroma nafas hangatnya yang mulai memburu. Dewiq menggoyangkan pantatnya dengan gerakan memutar, sementara gw memaju-mundurkan penisku dengan sedikit memiringkan pantatku, menciptakan sensasi luar biasa bagi kami
berdua...Aaahhh...Eehhk...Ouch...angaa..., seru nya perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya. Peluh menetes di lehernya yang kujilati, dan cairan dari kemaluannya membuat sensasi suara bergesekan yang terdengar merdu di telinganya!
Cpak...cpak...Sllliurrppp..., membuatku semakin bersemangat meremas payudara Dewiq yang saat ini demikian keras. Masukin yang dalem dooo...ngg..., pintanya. Gw menurutinya dengan memperlahan gerakanku dengan tetap mempertahankan ritme, irama, dan tusukan yang semakin intensif, agresif dan dalam.

Ingin gw memandang wajah Dewiq lebih leluasa saat bercinta, gw mencabut kemaluanku, membalikkan badan Dewiq dengan segera, mendudukkannya di tepian bak kamar mandi, membimbing kedua kakinya melingkari pantatku, dan kembali gw menusukkan penisku. Gw memluk punggungnya, menahan tubuhnya agar tak terjatuh ke belakang, sambil terus menggoyangkan pantatku, menggauli Dewiq
yang terengah-engah sambil memejamkan matanya sambil menciumi bibir dan mulutku dengan penuh gairah.Anga...cepetin donk, please, gw mau nyampai nih..., serunya di antara desahan nafas yang memburu dan lenguhannya yang menggairahkan. Gw menciumi bibirnya sambil mempercepat gerakanku, menahan agar teriakan orgasmenya tak terdengar dari luar kamar mandi.
Anga, sekarang ya...sekarang...!, gw memberi beberapa tusukan mendalam sambil menggoyang pantatku memutar,Sleppp...sleppp..., dan disambut gelora dahsyat hentakan tubuh Dewiq yang terhempas pada dada dan perutku.

Aaahhkk...Anga...Ooucchhhkgg..Ermmmhhh, tangannya menggapai testisku dan meremasnya, membuat gerakan ku semakin mendalam di dalam hangatnya vagina Dewiq yang mengeluarkan lelehan lendir bening keputihan yang membasahi seluruh batang penis dan testisku. Dewiq melemas, namun masih memeluk dan menciumiku...Ah, curang, kamu belum nyampai ya? tanyanya. Iya nih, sahutku sambil tersenyum...Kamu memang perkasa ya, pujinya. Ah, bisa aja kamu, gw lalu mencabut penisku, dan tampak lelehan dari vaginanya menetes ke lantai kamar mandi, dan sebagian mengalir di paha mulusnya. Ayo sini gw keluarin kamu, katanya singkat, dan gw dibimbingnya duduk di kloset, dia membelakangiku, duduk di atas pangkuanku dengan mengangkangkan
kakinya lebar-lebar, sambil tangan kirinya membimbing penisku kembali membelah vaginanya yang basah...

Aaahhhsss......Enak banget wiq, seruku di telinganya saat dia mulai menaik-turunkan pantatnya, memompa sumur spermgw untuk segera muncrat ke atas, ke dalam vagina hangatnya...Dewiq mengerang bergairah saat kubantu menghempaskan pantatnya dalam-dalam, sehingga gw bisa merasakan bahwa seluruh kedalaman vaginanya telah kujelajahi, tekstur vaginanya yang rapat
terasa mentok pada satu permukaan yang kuyakini sebagai mulut rahim, terasa licin, padat, keras, menghantam permukaan kepala penisku berkali-kali.

Ahhh, wiqqqq, sini balik badan, instruksiku, yang langsung disambut gerakan cepat Dewiq mencabut penisku, memutar badannya menghadapku, untuk kemudian kembali menaiki pelana pangkuanku. Tanpa dibantu kedua tangannya, Dia menduduki penisku dengan cepat, sehingga langsung melesak ke dalam vaginanya dengan cepat dan penuh sensasi. Gw menaik turunkan pantat kenyalnya berkali-
kali sampai pada satu titik, gw merasa akan orgasme. Kukulum puting dadanya yang menegang merah, kuhisap, dan seiring gw mencapai klimaksku, kucium bibirnya dengan ganas, sambil mengerang dalam belitan lidah Dewiq yang terampil.

Aaaahhkk...wiqq...Ouuuchh...Emmmhh..kk..., pahagw menegang sesaat, pantatku terhunjam dalam, batang kemaluanku hilang tertelan vaginanya yang merekah merah, spermgw muncrat deras ke dalam vaginanya yang disambut lenguhan panjang Dewiq yang ternyata meraih orgasmenya untuk kali yang kedua...Ahhhh, Anga..., Tubuhnya memompa beberapa kali sampai penisku melemah...
Lelehan spermgw dan cairan vaginanya meluber keluar membasahi paha, selangkangan, dan kemaluan kami...Dewiq menciumiku dengan lembut...Kamu hebat banget sih, sayang, senyumnya...Gw hanya menjawab pujiannya dengan senyuman...

Setelah membasuh diri bergantian, saat akan keluar dari pintu, tiba-tiba penisku menegang kembali entah apa sebabnya.wiqq...gw masih..., Dewiq langsung menjamah batang penisku dari luar celana yang telah kukenakan. Tanpa berkata lebih lanjut, secara cepat dia membuka resleting dan mengeluarkan batang penisku, Dasar, kok nggak dari tadi sih, serunya gemas. Gw hanya nyengir. Selanjutnya Ia langsung berjongkok dan melakukan blow job,Kamu ngga'capek?, tanyaku, dia hanya menggelengkan kepala, sambil terus menghisap batang kemaluanku dari pangkal ke ujung dengan rapat dan cepat, tangannya meremas testisku dengan lembut, dan tangan satunya mengocok batang penis sampai lehernya dengan cepat...Ahhh,wiq, gw keluar sekarang... Crrrttt...crrrttt...Mulut Dewiq terasa semakin liat dan hangat dengan tumpahan spermgw dalam mulutnya, dibalurkannya ke seluruh batang kemaluanku untuk kemudian dihisapnya dengan keras sampai lepas, ditelannya cairan semen itu mentah-mentah...
Gw selalu terpesona dengan aksinya menelan cairan kelelakian tanpa ada rasa canggung itu. Selesai mengelap mulutnya, dia mencium bibirku, membuatku merasakan sendiri rasa sisa cairan semenku, memberi sensasi ciuman luar biasa ini! Dan kamipun berciuman hangat di kedua pipi dan kening, sebelum perlahan setengah mengendap-endap, Dewiq terlebih dahulu keluar dari kamar mandi menuju ruang kuliah, dan setelah gw kembali membasuh diri, gw segera menyusulnya ke ruang kelas dan duduk di sebelahnya. Beberapa anak yang telah datang di kelas melihat ke arah kami dan menguraikan senyum sapaan seperti biasa kepada kami berdua, maklum, di kampus kami sudah terkenal berpacarana2 Di sela-sela mata kuliah yang diajarkan siang itu, Dewiq membisikkan sebuah kata di telinggw :

Anga...I love you so muachh you so hot today

membuatku tersenyum dan semangat, walau jujur, siang itu panas sekali tapi gimana ya ngentot dengan pacar dikampus beda banget rasanya! begitu nikmatnya petualangan ngentot cewek di kampus! Mau coba? Gw ga tanggung resiko kalau kalian ketahuan berbuat mesum di kampus lho! Bisa bisa kalian di skor!hahahaha